Sabtu, 06 Maret 2010

PAKAN AYAM KAMPUNG

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan manajemen pakan, sebagai berikut :

> Kualitas
Komponen yang menentukan kualitas pakan antara lain : protein dan asam amino, metabolisme energi (ME), mikotoksin, metionim, sistin, lisin, asam linoleat dan linoleat, Vitamin C dan Vitamin lainnya, termasuk pula kualitas air serta kesegaran pakan.

Untuk meningkatkan produktifitas ternak unggas, dalam pakan ternak harus mengandung gizi yang tinggi. Unsur gizi yang harus terkandung dalam pakan antara lain :

- Energi (GE, DE, ME, NE)
- Asam Amino
- Mineral Makro (Ca, P, Na, Cl, K, Mg, S)
- Mineral Mikro (Co, Cu, I, Fe, Mn, Se, Zn)
- Vitamin (A, D, E, K, B1, B2, B6, B12, Biotin, Niasin, asam folat, panto acid, cholin)
- Asam Lemak (linoleic dsb)
- Air

> Kuantitas

Pemberian pakan pada unggas harus tepat waktu dan jumlahnya. Jika dilakukan program pembatasan pakan, harus tersedia feeder space yang cukup, berikut pakan yang siap saat lampu menyala. Peralatan merupakan faktor penentu dalam hal pengaturan kuantitas konsumsi pakan pada ayam. Jumlah feeder space yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak baik, dengan komposisi feeder space yang standar dan sesuai rekomendasi dari perusahan pembibit ayam akan memberikan hasil yang maksimal.

Sementara frekuensi pemberian pakan ternak akan sangat berpengaruh, semakin muda ayam sampai usia 3 hari pemberian makan harus sering berkisar 9-10 kali dalam sehari. Pada tataran komersial pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, dengan komposisi pakan 30% diberikan pagi hari dan sisanya malam hari. Jika asupan yang pakan yang diberikan tidak tercapai, dilakukan penyinaran malam selama 1,5 -2 jam kemudian lampu dimatikan.

Bentuk pakan juga akan berpengaruh pada konsumsi dari ayam, pakan yang berbentuk pellet lebih mudah, cepat dimakan, lebih seragam, nutrien lebih tersedia, lebih bersih dan sedikit terbuang dibandingkan yang berbentuk bubuk.

> Ketersediaan

Pemberian pakan pada unggas sebaiknya dilakukan secepat mungkin dan menggunakan pakan prestater yang lebih mudah dicerna. Kandungan protein pakan prestater sekitar 23,5% dan level energi 2.950 kkal.

Dengan pemberian pakan lebih dini dapat meningkatkan persentase daging dada sebesar 7-9%. Secara dini pemberian pakan akan merangsang fungsi dan perkembangan saluran pencernaan seawal mungkin.

Posisi tempat pakan akan mempengaruhi pola konsumsi ayam, dimana ketinggiaan tempat pakan diatur sesuai pertumbuhan ayam. Sebaiknya tempat pakan setinggi tembolok ayam sehingga tidak mengalami kesulitan saat makan.

Disisi lain, jumlah konsumsi pakan juga dipengaruhi oleh umur, bobot badan, temperatur kandang, lingkungan, persaingan dalam kandang, kandungan energi pakan, dan ketersediaan air, serta status kesehatan ayam.


Umur (hari) Frekuensi Pemberian
1-3 9 kali
4-6 8 kali
7-10 7 kali
11-14 5 kali
15-20 4 kali
21-panen 3 kali

data diambil dari dinas peternakan jatim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar